PERJANJIAN HUDAIBIYAH
A. Perjanjian
Hudaibiyah
Sumpah setia kaum
Muslimin itu akhirnya terdengar kaum kafir quraisy. Mereka merasa gentar dan
khawatir. Kaum kafir quraisy akhirnya mengirimkan utusan perdamaian bernama Suhail
bin Amr. Bersamaan dengan itu mereka melepaskan Utsman bin Affan dan
perjanjian tersebut dinamakan Perjanjian Hudaibiyah. (Sulhul Hudaibiyah)
Adapun isi Perjanjian
Hudaibiyah adalah sebagai berikut :
1.
Antara kaum kafir quraisy dan kaum Muslimin
tidak saling menyerang selama 10 tahun dan tidak menyerang sekutu
masing-masing.
2.
Umat islam tidak berhaji pada tahun ini (628 M),
umat Islam diperbolehkan haji pada tahun berikutnya (629 M).
3.
Orang kafir quraisy yang melarikan diri dari
Madinah harus dikembalikan ke Makkah, tetapi pelarian dari Madinah tidak
dikembalikan.
Perjanjian tersebut
ditulis oleh Ali bin Abi Thalib sebanyak 2 lembar untuk diserahkan kepada
keduabelah pihak. Perjanjian tersebut ditanda tangani oleh keduabelah pihak,
dari pihak quraisy diwakili oleh Suhail bin Amr dan dari pihak kaum
Muslimin ditandatangani oleh Rasulullah sendiri.
Perjanjian
Hudaibiyah sepintas merugikan kaum Muslimin, tapi pada kenyataannya mempunyai
hikmah yang besar untuk menyiarkan agama Islam ke seluruh umat manusia. Bani
Bakar sangat marah ketika mendengar Bani Khuza’ah bergabung dengan kaum
muslimin. Sehingga mereka meminta bantuan kepada kaum quraisy untuk menyerang
Bani Khuza’ah. Hal ini adalah awal dari pengkhianatan yang dilakukan oleh kaum
kafir quraisy terhadap isi Perjanjian Hudaibiyyah.



:-/
BalasHapus