Blogger Widgets

ISRA' MI'RAJ

ISRA' MI'RAJ


A.    PERISTIWA ISRA MI’RAJ
      Isro Mi’roj merupakan peristiwa yang luar biasa yang terjadi pada Rasulullah SAW dan tidak dialami oleh nabi-nabi yang lainnya. Peristiwa ini adalah Anugrah dari Allah karena ingin menghibur dan mengangkat drajat Rasulullah, setelah mengalami goncangan jasmani dan rohani yang luar biasa, karena meninggalnya paman Nabi Muhammad yang bernama Abu Thalib dan Istri tercintnaya Siti Khodijah . tahun ini dinamakan Amul Husni (tahun kesedihan) .bagi kafir orang kafir quraisy ini adalah suatu hal yang luar biasa, mereka merasa merdeka melakukan tindakan kekejaman dan aniaya terhadap Nabi.
     Tindakan tersebut antara lain, pelemparan kotoran binatang ke atas tubuh sewaktu beliau sholat, kepala di siram dengan air sewaktu pulang ke rumah dan kemudian dibersihkan oleh Fatimah sambil menangis bahkan sampai beliau di cekik dan tidak bisa berbuat apa-apa yang akhirnya ditolong oleh Abu Bakar.
Namun demikian Allah Maha Mengetahui dan Maha Mendengar apa yang dirasakan dari kesedihan, kepedihan dan penderitaan Nabi Muhammad saw. Allah selalu memberi pertolongan dengan cara dan jalan yang dikehendaki-Nya. Maka pada malam hari yang sedang gelap gulita tepatnya pada tanggal 27 Rajab 621 masehi tahun Kesebelas dari Kenabian, Nabi Muhammad di Isra’kan dan di Mi’rajkan. Apakah diantara kalian ada yang tahu arti Isra dan Miroj ?
       Isro arti dari bahasa Arab “berjalan waktu malam”. Maksudnya adalah perjalanan Rasulullah pada suatu malam dari Masjidil Haram di Mekah menuju ke Masjid Al Aqsha atau Baitul Maqdis di Palestina. Mi’roj artinya naik ke atas maksudnya adalah naiknya Rasulullah dari Masjid Al-Aqsha menuju Arasy untuk menghadap Allah. Mengenai hal ini Allah berfirman surat Al-Isro’ ayat / 17 : 1 yang berbunyi :
Artinya :     Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.(QS: Al-Isro’ ayat / 17 : 1)

Pada waktu Nabi di Israkan perjalanan dari Masjidil Haram di pimpin oleh Malaikat jibril, menaiki kendaraan buraq yang sangat cepat jalannya sebelum sampai di Masjidil Aqsha Nabi singgah di beberapa tempat, yaitu :
  1. Kota Yastrib, sekarang disebut Madinah Al Munawaroh.
  2. Kota Madyan, yaitu tempat persembunyian Nabi Musa ketika di kejar tentara Firaun.
  3. Tur Sina, yaitu tempat Nabi Musa menerima Kitab Taurat.
  4. Baitullaham(Bethelhem)tempat Nabi Isa dilahirkan.
  5. Masjidil Aqsa di Palestina, yaitu tempat yang dituju dalam perjalanan  malam tersebut.
Palestina merupakan tempat Suci ketiga setelah Makkah dan Madinah.
Di masjidil Aqsha Allah menguji Nabi melalui Malaikat Jibril dengan menyajikan dua gelas yang satu berisi Arak dan yang satunya berisi susu, tanpa ragu-ragu Nabi mengambil gelas yang berisi susu lalu diminumnya. Sedangkan yang berisi arak beliau tinggalkan. Beliau tahu kalau arak adalah minuman yang memabukan.Saat itu malaikat Jibril berkata bahwa beliau telah memperoleh hidayah-Nya.dan malaikat Jibril memberikan selamat.
Rasulullah kemudian melanjutkan perjalanan, naik ke langit dari langit satu sampai ke langit tujuh. Dalam perjalanan itu di setiap langit Nabi bertemu dengan para Nabi seperti pada :
1.      Langit pertama bertemu dengan Nabi Adam
2.      Langit kedua bertemu dengan Nabi Yahya dan Ishaq
3.      Langit ketiga bertemu dengan Nabi Yusuf
4.      Langit keempat bertemu dengan Nabi Idris
5.      Langit kelima bertemu dengan Nabi Harun
6.      Langit keenam bertemu dengan Nabi Musa
7.      Langit ketujuh bertemu dengan Nabi Ibrahim.
Selain bertemu para Nabi Rasul juga diperlibatkan banyak perumpamaan, antara lain :
1.      Nabi Muhammad SAW melihat orang yang memanen padi terus menerus, peristiwa itu di ibaratkan orang yang gemar beramal jariyah.
2.      Nabi Muhammad SAW melihat orang yang memukul kepalanya sendiri terus menerus, yang menggambarkan bahwa perbuatan tersebut ibarat orang yang enggan melaksanakan shalat, kemudian menyesal dan memukul-mukul kepalanya.
3.      Nabi Muhammad SAW melihat sebuah kuburan yang sangat harum baunya. Ini dijelaskan malaikat Jibril  adalah kuburan Siti Masyitoh yang wafat disiksa dengan dimasukkan dalam bejana yang berisi air panas oleh raja Firaun, karena ia mempertahankan imannya kepada Allah.
4.      Nabi Muhammad SAW melihat orang yang di depannya ada dua macam hidangan. Sebelah kanannya makanan yang keras dan sebelah kirinya makanan yang busuk orang tersebut lebih memilih makanan yang busuk. bahwa tersebut ibarat orang membiarkan nafsunya mengerjakan yang buruk dan dosa dari pada beramal yang baik dan berpahala.
5.      Nabi Muhammad SAW melihat orang yang gagah perkasa yang sedang menengok kekirinya ia bersedih dan menangis tersedu-sedu, tetapi bila menengok ke kanannya ia merasa gembira dan tersenyum. Ini dijelaskan bahwa Nabi Adam bersedih bila melihat kekiri karena melihat cucunya didunia berbuat jahat dan dosa, dan bila melihat kekanan beliau gembira karena melihat cucunya didunia berbuat baik dan beramal saleh.

         Setelah melewati ketujuh lapis langit, dan menyaksikan beberapa perumpamaan beliau kemudian ke      Baitul Makmur lalu ke Sidratul Muntoha. Disinilah Nabi Muhammad bertemu dengan Allah dan memperoleh perintah sholat 50 waktu untuk di sampaikan kepada umatnya dan ketika hendak turun Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Musa kemudian menceritakan perintah shalat tersebut, mendengar hal itu Nabi Musa menyarankan. Nabi Muhamad untuk kembali lagi dan meminta keringanan, dan Nabi Muhammad kembali mengharap Allah berkali-kali sampai akhirnya menjadi 5 waktu. Setelah itu Rasulullah dikembalikan ke Kota Mekkah.
Dipagi hari, Nabi Muhammad SAW termenung memikirkan peristiwa Isra dan Mi’raj yang terjadi pada malam tadi. Kalau diceritakan kepada orang banyak, tentu mereka tidak akan percaya. Tetapi kalau tidak diceritakan, berarti menyembunyikan dan tidak memenuhi tugas sebagai seorang Rasul.
Dalam keadaan sedemikian, lewat dihadapan beliau Abu Jahal, dia bertanya mengejek kepada Nabi.
Abu Jahal      :  “Hai Muhammad! Adakah berita baru untuk kami?”
Muhammad   : “Ada, Paman”
Abu Jahal      :  “Apa itu?”
Muhammad   : “Pada malam tadi saya diperjalankan Tuhan dari Masjidil Haram sampai ke Masjidil Aqsha”
Abu Jahal      :  “Kembali berada di Mekkah malam itu juga?”
Muhammad   : “Ya. Paman harus percaya!”
                       “Maukah Engkau menceritakan hal itu kepada orang banyak?”
Abu Jahal      : “Tentu demi kau Muhammad, aku akan melakukannya.”
                “Tunggulah Sebentar!Saya akan mengumpulkan banyak orang, dan engkau ceritakan semuanya kepada yang hadir.
Abu Jahal dengan maksud jahat supaya Rasul ditertawakan kemudian dengan cepat mengumpulkan banyak orang, Dia lari dari rumah kerumah .orang banyak tentu heran,mengapa Abu Jahal menyuruh orang berkumpul mendengarkan cerita Nabi Muhammad sedang selama ini dia mencegah dengan keras dan melarang orang mendengarkan perkataan Nabi Muhammad .
Setelah banyak orang berkumpul Nabi Muhammad kemudian mulai menceritakan apa yang dialami beliau semalam. diantara hadirin ada yang beranggapan bahwa itu adalah dusta, ada juga yang duduk termenung dan berdiri terpaku, dan dalam keadaan demikian ada seorang yang bertanya kepada Nabi yang berkenaan dengan Masjid untuk membuktikan kebenarannya dan orang tersebut heran karena apa yang dijawab Nabi ternyata betul semua.Dia tahu bahwa masjid tersebut letaknya jauh dan Muhammad tidak mungkin menjangkau secepat itu .


        Bagi Abu Jahal yang hatinya sudah tertutup ,sulit bagi dia untuk bisa menerima apalagi percaya pada apa yang dikatakan Nabi Muhammad , Abu Jahal terus menerus marah dan memfitnah                    Nabi Muhammad sebagai tukang sihir serta mengajak kafir Quraisy supaya tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW.Kemudian mereka menemui Abu Bakar dan menanyakan perihal Isra Miraj yang dialami dan diceritakan Nabi Muhammad dan dengan tegas serta meyakini Abu Bakar menjawab “Bahwa saya percaya dan yakin benar terhadap Nabi Muhammad SAW.” Abu Bakarlah satu- satunya sahabat yang pertamakali membenarkan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan atas sikapnya maka Abu Bakar diberi julukan As Sidik yang artinya yang membenarkan. Antara percaya dan tidak, ragu-ragu dan bertanya orang banyak bubar dengan sendirinya dengan pendapat masing-masing.
B.     HIKMAH YANG TERKANDUNG DALAM PERISTIWA ISRA MI’RAJ
1.      Sebagai alat penghibur bagi Nabi Muhammad dari Allah karena meninggalnya Abu Thalib dan Siti Khadijah, dua orang yang selama ini menjadi pendorong dan pelindung beliau dalam melakukan dakwanya.
2.      Menambah iman dan memahami kebesaran Allah setelah menyaksikan kejadian-kejadian yang menakjubkan (Surat Al-Isra ayat / 17 : 60)
    
Artinya :     dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia". dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran. dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.(QS : Al-Isro’ ayat / 17 : 60)
3.      Nabi Muhammad bertemu dengan para Nabi yang sebelumnya belum pernah dilihat.
4.      Sebagai salah satu ujian bagi para pengikut Nabi Muhammad karena hal ini sulit untuk dimengerti dan dipercayai oleh akal pikiran manusia.
5.      Peristiwa yang luar biasa karena Nabi Muhammad SAW bertemu dengan sang pencipta.
6.    Nabi Muhammad menerima perintah sholat 5 waktu yang pahalanya luar biasa untuk disampaikan kepada umatnya.
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar