Blogger Widgets

NABI SAW HIJRAH KE HABASYAH


HIJRAH KE HABSYAH

A.          Sebab-Sebab Nabi Muhammad dan Kaum Muslimin Ke Habsyah
Setelah agak lama tinggal di Mekah ternyata kebencian kaum kafir quraisy bukan semakin berkurang tetapi semakin bertambah, sehingga Nabi Muhammad SAW dan umat Islam semakin dimusuhi oleh karena itu Nabi Muhammad memerintahkan Hijrah ke Habsyah.
Hijrah kaum muslimin ke Habsyah dilakukan dua kali, Habsyah (Habsyi) atau Abbesinia adalah
Negara yang sekarang lebih dikenal dengan nama Ethiopia. Hijrah disebabkan karena            Rasululloh berfikir demi keamanan kaum muslimin yang banyak teraniaya dan tertindas oleh kafir quraisy, bahkan terancam jiwanya. Rosul berkeyakinan di Habsyah kaum muslimin akan merasa aman, karena raja Habsyah ketika itu terkenal arif dan bijaksana, tidak pernah menganiaya orang. Raja tersebut bernama An Najasyi.
B.           Hijrah Ke Habsyi
1.      Hijrah Kaum Muslimin Yang Pertama
Hijrah yang pertama dilakukan pada tahun kelima (615M) dari kenabian Muhammad Saw, terdiri dari 15 orang yaitu 10 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, ikut diantara mereka adalah Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurahman bin Auf, Ruqayah binti Muhammad dan lain-lainnya. Dengan pimpinannya adalah Ja’far bin Abi Thalib. Mereka berangkat secara sembunyi-sembunyi supaya tidak dihalangi oleh kaum kafir quraisy. Meskipun seperti itu, kafir quraisy mengetahui kaum muslimin melakukan Hijrah ke Habsyah, bahkan mereka mengutus Abdullah bin Rabiah dan Amr bin Ash untuk menghadap raja Habsyah untuk menyerahkan kaum muslim kepada kafir quraisy, karena dianggap membuat agama yang bertentangan dengan kebiasaan nenek moyang mereka yang menyembah berhala.
Akan tetapi raja Habsyah tidak dapat mengabulkan permintaan Kafir Quraisy karena mendengar penjelasan kaum muslim tentang agama Islam dan ajarannya, yaitu perilaku kafir quraisy yang selalu mengancam kebeadaan kaum muslim. Dengan demikian keberadaan kaum muslim dapat diterima raja Habasyah dan mereka diizinkan untuk tinggal di Habasyah. Dan tentu saja hal ini membuat senang kaum muslim karena mereka merasa aman terlindung dari gangguan, ancaman kafir quraisy. Ini merupakan bukti dari usaha Rasulullah yang selalu ingin melindungi kaumnya dan bukti jiwa seorang pemimpin.
Karena kafir quraisy tidak berhasil meminta Raja Nagus untuk mengusir kaum muslim dari Habasyah, mereka semakin marah dan mengakibatkan kaum muslim yang masih berada di Mekkah semakin di tekan dan terancam keberadaannya, bahkan kaum kafir quraisy memberlakukan undang-undang pemboikatan (pembangkangan) di mana undang-undang tersebut memberatkan pengikut Nabi.
2.      Hijrah Kaum Muslimin ke Negeri Abbesinia yang kedua
Undang-Undang pemboikatan menjadikan pengikut Nabi Muhammad di Mekah semakin menderita, mendengar berita tersebut Nabi Muhammad meminta umat Islam berangkat ke Habasyah yang kedua. Hal ini dilakukan Nabi karena beliau benar-benar memperhatikan umatnya. Jumlah orang-orang Islam yang berangkat dari rombongan kedua berjumlah 102 orang terdiri dari 83 orang laki-laki dan 19 orang perempuan. Mereka sampai ketujuan dengan selamat.
Setelah Raja Najasy mendengarkan keterangan maksud dan tujuan kaum muslimin dengan jelas dan gamblang, lalu Raja Najasy bisa menerima kembali kaum muslimin dan bahkan menyatakan diri masuk ke Islam. Umat islam berada di Habasyah lama sekali dan pulang setelah kondisi benar-benar aman, Usman bin Affan beserta istri pulang ke Mekah terlebih dahulu.
C.    Meneladani Kesabaran Nabi Muhammad dalam peristiwa Hijrah ke Ke Habsyah
Sebagaimana kita tahu, Nabi selalu mendapat cacian dari orang-orang kafir Quraisy, tapi nabi tetap bersabar sampai akhirnya menemukan tempat untuk berda’wah yaitu Habsyi dengan rajanya yang terkenal arif dan bijaksana yang bernama Najasy.
Nabi selalu mengajarkan kepada kaumnya agar berlaku sabar atas segala sesuatu yang menimpa dirinya. Mengajarkan janganlah membalas suatu kejahatan dengna kejahatan pula. Tapi hendaknya di balas dengan kesabaran, doa dan usaha. Doakanlah orang yang berbuat keji kepada kita dengan berdoa agar Allah menyadarkan hati yang berbuat keji tersebut. Hanya Allah yang berhak membalas segala kesalahan manusia.
Nabi juga mengajarkan kita untuk selalu memiliki sifat pemaaf, itulah yang perlu kita teladani untuk mencapai sesuatu. Ini juga yang menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai ”Rasulullah Lil’alamin”, yaitu rahmat bagi seluruh alam.
Comments
1 Comments

1 komentar:

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!