PERANG GAZWAH DAN SYARRIYAH
- PERBEDAAN
Peperangan yang dilakukan Rasulullah SAW disebut Gazwah, sedang peperangan yang tidak diikuti
Rasulullah SAW karena untuk memimpinnya diwakili kepada sahabatnya, disebut Sarriyah. Jumlah
Sarriyah ada 28 kali.
1) PERANG GAZWAH
a. Perang badar
Perang Badar terjadi tanggal 17 Ramadhan tahun 2
H, di dekat perigi bernama badar, antara Makkah dan Madinah karena itu
peperangan ini terkanal dengan nama perang Badar. Sebab utama terjadinya perang
Badar karena kaum kafir Quraisy telah mengusir kaum muslimin dari Makkah.
Ketika kafilah perdagangan kafir Quraisy yan
dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb melintasi negeri Madinah, Rasulullah menyuruh
mencegatnya di pertengahan jalan, karena harta yang dibawa oleh mereka sebagian
besar adalah harta rampasan dari kaum muslimin ketika mereka akan berhijrah ke
Madinah.
Segera disusun pasukan islam sebanyak 313 orang
yang terdiri dari 210 orang muslim Anshar dan lebihnya dari Muslimin Muhajirin.
Bendera pasukan Islam dipegang oleh Mus’ab bin Umair.
Mendengar Rasulullah telah menyiagakan pasukan,
Abi Sufyan segera kembali ke Makkah memberikan kepada tokoh kafir Quraisy. Maka
Abu Jahal membentuk pasukan berkekuatan 1000 orang yang melindungi kafilah
perdagangan mereka dari serangan pasukan Islam.
Rasulullah membentuk regu pengintai untuk
menyelidiki kafilah perdagangan. Pasukan kafir Quraisy telah mengawal mereka
menuju ke desa Badar. Hal ini segera dilaporkan kepada Rasulullah. Untuk
menghadapi kafir Quraisy, Rasulullah bermusyawarah kepada sahabat Muhajirin dan
Anshar, dan disepakati untuk segera menuju ke desa Badar untuk menyongsong
kedatangan pasukan kafir Quraisy.
Pasukan Islam berkemah dekat sumber air di desa
Badar sehingga dengan mudah menghadang pasukan kafir Quraisy dan mencegah
mereka untuk mengambil perbekalan air untuk pasukannya.
Sebelum berkecamuk perang antara kedua pasukan,
terjadi perang tanding. Majulah dari pasukan kafir Quraisy Al Awad bin Abdul
Asad, dapat dikalahkan oleh dari pasukan Islam. Lalu muncul Atabah bin Rabi’ah,
Syaiban bin Walid dari pasukan kafir Quraisy dan dapat dikalahkan oleh Hamzah
bin Abdul Muthalib, Ali bin Abu Thalib dan Ubaid bin Al Harist. Pasukan Quraisy
kemudian menyerbu medan perang, tetapi dapat dikalahkan oleh pasukan Islam. Dengan 14 gugur sebagai syahid. Sedangkan dari kaum
musyrikin telah tewas 70 orang dan 70 orang lainnya ditawan.
Di tengah
berkecamuknya perang ini, Ruqayah, putri Rasulullah yang juga isteri Utsman bin
Affan meninggal dunia. Ketika itu ia ditemani suaminya (Utsman) di Madinah.
Utsman tidak keluar ke medan pertempuran atas permintaan Rasulullah untuk tetap
mendampingi isterinya yang sedang sakit. Setelah perang Badar Rasulullah
menikahkan Utsman dengan putrinya yang kedua, Ummu Kultsum. Atas dasar ini
Utsman mendapat gelar Dzunnurain (yang memiliki dua cahaya), karena ia telah
menikahi dua orang putrid Rasulullah.
Setelah
perang Badar, kaum muslimin kembali ke Madinah dengan gembira atas kemenangan
dari Allah, dengan membawa para tawanan dan ghanimah (harta rampasan perang).
Di antara para tawanan ada yang telah menebus dirinya, ada yang dilepaskan
tanpa tebusan, dan ada juga yang menebus dengan mengajar 10 orang anak muslim untuk membaca dan menulis.
Dampak dari perang Badar ini mempercepat pertumbuhan dan perkembangan
Islam, dan secara umum dampak tersebut adalah :
a.
menambah harum nama umat Islam di mata bangsa Arab, sehingga banyak
diantara mereka yang dengan suka rela masuk agama Islam.
b.
Umat Islam merasa yakin dan percaya akan kebenaran agama Islam dan
janji-janji Allah SWT, karena itu mereka selalu siap menghadapi serangan musuh
demi membela kebenaran ajaran Islam.
c.
Kekalahan pasukan kafir Quraisy yang besar jumlahnya menyebabkan mereka
semakin gentar dan kuatir apabila berhadapan dengan pasukan Islam.
a. Perang Uhud
Perang
uhud terjadi pada pertengahan bulan Sya’ban tahun ke 3 hijrah bertepatan dengan
bulan Januari 625 M. perang ini terjadi di kaki gunung Uhud yang terletak di
sebelah utara kota
Madinah. Sebab utama terjadinya perang Uhud adalah kekalahan yang diderita oleh
kaum kafir Quraisy di peperangan Badar yang merupakan pukulan hebat dirasakan
oleh Quraisy. Peperangan kedua yang terjdi setelah perang Badar, adalah perang
Uhud.
Abu Sufyan mengumpulkan pasukan
Quraisy berkekuatan 3000 yang terdiri dari orang-orang Quraisy, Arab Tihamah,
Kinanah, bani al Harits, bani al Haun dan bani al Musthaliq. Sedangkan pasukan
muslim dipersiapkan 1000 orang. Namun baru saja berangkat untuk menghadapi
pasukan Quaraisy, seorang munafik bernama Abdullah bin Ubai beserta 300
pengikutnya keluar dari pasukan Islam. Dalam perang ini Rasulullah SAW mengatur
strategi pasukan pemanah di bawah pimpinan Abdullah Ibnu Jabir di tempatlkan
diatas bukit Uhud guna menghalau pasukan musuh.
Pada peperangan ini, kaum muslimin
mengalami kekalahan. Karena mereka telah menyalahi perintah Rasulullah dan
tidak mematuhi strategi yang telah beliau buat. Kaum muslimin telah gugur
sebagai syuhada ada tujuh puluh orang salah seorang diantaranya adalah Hamzah
paman Rasulullah SAW.
Setelah
perang Uhud, orang-orang Yahudi keluar menuju Makkah menyerukan kepada kaum
kafir untuk memerangi kaum muslimin di Madinah, dan berjanji akan memberikan
dukungan. Kaum kafirpun memenuhinya. Kaum Yahudi tidak saja menyerukan kepada
kaum kafir Makkah, tetapi juga kepada kabilah-kabilah lain, dan semuanya
menyetujui ajakan tersebut. Maka, berangkatlah sekitar 10.000 pasukan kaum
musyrikin menuju Madinah dari berbagai penjuru
dan mengepungnya.
b.
Perang Ahzab/Khandaq
Perang
Khandaq/Ahzab terjadi pada bulan syawal tahun 5 hijrah disekitar kota Madinah bagian utara.
Peperangan Ahzab sebagaimana namanya adalah gabungan dari golongan – golongan
yang berkumpul dengan maksud menumpas Islam dan kaum muslimin. Rasa dendam bani
Nadhir terhadap Rasulullah SAW yang mengeluarkan mereka dari bagian Madinah
dilakukan dengan menghasut tokoh Quraisy agar bersekutu dengannya.
Abu Sufyan
menyiapkan pasukan Kafir 10.000 orang, melihat pasukan kafir telah siaga,
segera Rasulullah SAW bermusyawarah, Salman al Farisi megusulkan membuat patit
(khandaq) untuk menghambat laju musuh. Rasulullah SAW dan para shahabat
menyetuji usulan Salman al Farisi. Maka dibuatlah parit dari arah barat ke
timur di kawasan utara kota Madinah, lalu pasukan Islam yang berjumlah kurang
lebih 3000 orang juga telah disiap siagakan Zaid bin Harits sebagai pembawa
bendera Muhajirin dan Saad bin Ubadah sebagai pembawa bendera Anshar.
Ketika
pasukan kafir akan memasuki kota
Madinah mereka terkejut dengan taktik perang pasukan muslim. Beberapa tokoh
Quraisy mencoba menerobos parit untuk menghadapi pasukan Islam namun tidak
berhasil . seperti yang dilakukan Ikrimah bin Abbu yang akhirnya ia meninggal.
Di saat berkecamuknya perang khandaq ada dua peristiwa pertama Yahudi dari bani
Quraidzah melanggar perjanjian, mereka enggan membantu pasukan Islam bahkan
mereka bersekutu dengan pasukan kafir Quraisy, kedua seorang tokoh yang
disegani oleh kafir Quraisy maupun Yahudi bernama Nuaim bin Mas’ud memeluk
agama Islam dan meminta Rasulullah SAW untuk mengambil bagian dalam mempertahankan
dan membela kota Madinah.
Nabi
Muhammad SAW memerintahkan Nuaim bin Mas’ud untuk melaksanakan taktik guna
memecahbelah kekuatan musuh yaitu “menyerang untuk membela diri” ( ad Difa’ul
Hujumy ). Taktik ini berhasil hingga pasukan kafir Quraisy dengan Yahudi bani
Quraidzah bermusuhan dalam barisan. Dalam perang ini Allah SWT juga memberikan
pertolongan kepada pasukan Islam dengan angin dan badai yang teramat besar yang
memporak porandakan pasukan kafir. Akhirnya perang khandaq dimenangkan oleh pasukan
Islam.
Abdullah bin Jahsy 2 H
Abdullah bin Unais 3 H
Abdurrahman bin Auf 6 H
Abu Auja' 7 H
Abu Bakar 7 H
Abu Salam 3 H
Abu Ubaidah bin Jarrah 6 H
Ali bin Abi Thalib 10 H
Bani Asad 4 H
Basyir bin Sa'ad al-Ansari 7 H
Bi'ru Ma'unah 6 H
Ghalib bin Abdullah al-Laisi 7 H
Hamzah bin Abdul Muthalib 1 H
Hasma 6 H
Ijla' Bani Nadir 4 H
Ka'b bin Umair al-Gifari 8 H
Muhammad bin Maslamah 6 H
Qirdah 3 H
Raji' 4 H
Saa'd bin Abi Waqqas 1 H
Ubaidah bin Haris 1 H
Ukasyah 6 H
Umar Bin Khattab 7 H
Zaid bin Haritsah 6 H


