HIJRAH KE THA'IF
- Sebab-sebab nabi Muhammad SAW Hijrah Ke Thaif
Mekah bagi Nabi sudah tidak aman
lagi, ketika orang dicintai dan melindungi beliau telah meninggal. Abu Thalib
dan Siti Khodijah yang menjadi pendukung dan tulang punggung perjuangan Nabi
tidak bisa menemani kembali, tahun meninggalnya mereka merupakan tahun
kesedihan bagi nabi (Umul Huzni). Kondisi yang demikian bagi kafir quraisy
sangat menguntungkan karena kafir
quraisy bebas menganiaya Nabi,hampir setiap Nabi Muhammad menanggung penderitaan yang berat sekali dari sebab perlakuan yang tidak pantas . sejak itulah Nabi Muhammad merasa tidak nyaman dan berfikir hendak Hijrah ke Thaif. Karena beliau mempunyai saudara, dengan harapan dapat membantu menyebarkan agama Islam di Thaif, saudara Nabi yang berada di Thaif adalah Kinanah (Abdul Jalil), Mas’ud (Abdul Kulal), Amr bin Umair. Nabi ke Thaif ditemani Zaid bin Haritsah secara diam-diam diperkiraan Nabi, ternyata kedatangan Nabi untuk menyiarkan agama Islam justru ditolak, bahkan mereka mengejek, mencaci dan mengusir Nabi Muhammad, betapa pedih dan perih.
quraisy bebas menganiaya Nabi,hampir setiap Nabi Muhammad menanggung penderitaan yang berat sekali dari sebab perlakuan yang tidak pantas . sejak itulah Nabi Muhammad merasa tidak nyaman dan berfikir hendak Hijrah ke Thaif. Karena beliau mempunyai saudara, dengan harapan dapat membantu menyebarkan agama Islam di Thaif, saudara Nabi yang berada di Thaif adalah Kinanah (Abdul Jalil), Mas’ud (Abdul Kulal), Amr bin Umair. Nabi ke Thaif ditemani Zaid bin Haritsah secara diam-diam diperkiraan Nabi, ternyata kedatangan Nabi untuk menyiarkan agama Islam justru ditolak, bahkan mereka mengejek, mencaci dan mengusir Nabi Muhammad, betapa pedih dan perih.
- Hijrah Ke Thaif
Setelah Nabi menerima wahyu kedua mulailah Nabi
berdakwah secara terang-terangan di Mekah. Pada awal dakwah secara
terang-terangan ini Nabi mengundang para kerabat dan beberapa tokoh kaum
quraisy Nabi menyampaikan ajaran inti dari agama Islam yaitu agar manusia
menyembah Allah dan meninggalkan berhala dan benda-benda lainnya, namun pada
saat itu Abu lahab menentang ajaran Nabi dan berjanji akan memusuhinya apabila
Nabi meneruskan dakwahnya.
Tekanan demi tekanan terus dilakkan Abu Lahab
dan kaum quraisy terhadap Nabi Muhammad tetapi Alhamdulillah Nabi SAW masih
tetap bertahan karena masih ada khadijah dan abu thalib. Namun sayang siti
khadijah dan abu thalib tak lama kemudian meninggal.
Tahun
kesepuluh dari Kenabian merupakan tahun duka bagi Nabi Muhammad saw. Dikatakan
tahun duka karena kedua orang yang sangat dicintainya telah meninggal dunia.
Khadijah wafat setelah 25 tahun berumah tangga dengan Rasulullah saw. Siti
khadijah wafat pada usia 65 tahun. Tiga hari kemudian Abu Thalib paman yang
mengasuh dan melindungi Nabi juga wafat. Mereka adalah pelindung dan pembela
nabi yang sangat kuat dan di segani kafir quraisy.
Untuk
menghilangkan rasa duka cita dan membuat suasana baru dalam berdakwah, maka
Rasulullah pergi ke Thaif. Kota Thaif terletak di sebelah tenggara Kota Mekah,
udaranya sejuk dan tanahnya subur. Kota Thaif diceritakan dalam Al Qur’an surat
Azzuhruf ayat / 43 : 31
وَقَالُواْ
لَوۡلَا نُزِّلَ هَٰذَا ٱلۡقُرۡءَانُ عَلَىٰ رَجُلٖ مِّنَ ٱلۡقَرۡيَتَيۡنِ عَظِيمٍ
٣١
“dan mereka
berkata: "Mengapa Al Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari
salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?" (QS : Azzuhruf ayat / 43 : 31 )
Beliau
pergi ke Thaif ditemani oleh sahabat Zaid bin Haritsah. Sesampainya di Thaif
beliau langsung menemui beberapa pemuka Bani Tsaqif dan Rasulullah mengemukakan
maksud kedatangannya, yaitu meminta pertolongan dari mereka untuk membantu
dalam menyampaikan dakwahnya. Beliau mengajak mereka untuk memeluk agama Islam
kepada mereka dengan cara yang baik sekali.
Mendengar
seruan Rasulullah saw, seketika itu juga mereka marah dan mengejek Rasulullah
dengan kata-kata kasar serta mengusir bahkan mereka menaburkan tanah, dan
kotoran-kotoran kambing. Melihat yang demikian Rasulullah pergi meninggalkan
Thaif, tetapi tetap saja orang-orang Thaif mengikuti sambil melempari batu-batu
ke arah nabi.
Nabi
Muhammad SAW pun berlari, dan setelah cukup jauh Nabi bersama sahabat zaid
merasa kelelahan. Nabi bermaksud istirahat, di bawah pohon Nabi melepas lelah,
sambil melihat luka akibat lemparan dari kaum kafir quraisy.
Pohon
tersebut adalah milik Utbah dan Syaibah anak dari Rabiah, dan mereka merupakan
musuh Nabi saw di Mekah. Dalam kepedihan dan kesengsaraan Nabi berdoa,
tiba-tiba datang hamba sahaya membawa setangkai anggur dan memberikannya kepada
Rasulullah, hamba sahaya itu bernama Addas. Setelah menerima anggur Rasulullah
memakan dan membaca bismillah, mendengar bacaan itu addus merasa heran.
Rasulullah
bertanya tentang asal dan agama Addas. Ia menjawab tanah asalnya adalah tempat
kelahiran Nabi Yunus dan agamanya Nasrani.
Rasulullah
kemudian menceritakan kisah Nabi Yunus yang tertera dalam
Al Qur’an. Mendengar itu Addas terkejut dan kagum akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
Al Qur’an. Mendengar itu Addas terkejut dan kagum akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
Setelah agak
lama Nabi melanjutkan perjalanan kembali ke Mekah, namun tidak langsung ke
Mekah tetapi bersembunyi di Gua Hiro dan berusaha menghubungi orang-orang yang
bersedia melindungi sehingga Nabi Muhammad SAW dapat kembali memasuki Mekah.
- Meneladani Kesabaran Nabi Muhammad dalam peristiwa Hijrah ke Thaif.
|
Maskipun Nabi Muhammad mendapat perlakuam kejam
dari kaum Tsaqif beliau tidak dendam,dan tidak membalas atau mencelakakan
mereka bahkan mendoakan dan berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari
keturunan mereka itu orang yang menyembah
kepada Allah dan tidak menyektukanNya dengan sesuatu apapun dan berdoa
mudah-mudahan mereka tidak berbuat kejam lagi karena ketidaktahuan mereka.
Itulah
sifat Nabi Muhammad yang sangat mulia,meskipun beliau dihina ,dicaci maki dan
dimusuhi tetapi beliau tetap sabar hal ini sesuai tercantum dalam Do’anya
اَ اللَّهُمَّ ا هْدِ قَوْ مِيْ فَأِ نَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ
Artinya : ’’Ya Allah berikanlah petunjuk kepada
kaumku,karena sesungguhnya mereka tidak tahu”
Mendengar
Do’a yang diucapkan oleh Rasulullah,Maliakat Jibril berkata:
صَدَقَ مَنْ سَمَّاكَ الَرَّ وءُ فٌ رَحِيْمٌ
Artinya : ” Benarlah orang menamakanmu sebagai
orang yang berhati lembut dan penuh
dengan kasih sayang
Setelah kalian tahu kesabaran
Nabi Muhammad SAW ,dapatkah kalian bersifat sabar ketika kalian mengalami
musibah?
Dalam surat Albaqoroh ayat / 2
: 153 di jelaskan
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ
مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٣
Artinya : Hai orang-orang yang beriman,
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.
QS : Albaqoroh ayat / 2 : 153


