HIJRAH KE YATSRIB
A.
Sebab - sebab Nabi Muhammad SAW hijrah ke Yatsrib
1. Adanya
siksaan oleh Kafir Quraisy
Sebelum nabi Muhammad diangkat sebagai
Rasul, masyarakat Makah pada waktu itu masih dalam keadaan jahiliyah
(kebodohan). Tradisi- tradisi buruk dan kebejatan moral banyak dilakukan oleh orang-orang
Arab pada saat itu. Disamping itu mereka sangat teguh memegang adat istiadat
dan ajaran nenek moyangnya, diantaranya adalah penyembahan terhadap berhala-berhala. Oleh
karena itu ketika Rasulullah SAW. menyampaikan ajaran Islam
dan mengajak mereka
untuk menyembah Allah SWT., mereka langsung menentang dan menolaknya. Kaum kafir Quraisy tidak segan-segan menghina, mencaci maki, mengancam dan menyiksa
kaum muslimin yang telah mengikuti dakwah Rasulullah SAW. Bahkan ancaman untuk
melakukan pembunuhan terhadap Rasulallahpun sering dilakukan oleh para kafir
Quraisy.
Sebagai contoh para sahabat yang pernah mendapat siksaan dari
kaum kafir Quraisy, di antaranya yaitu Bilal bin Rabbah. Dia disiksa
oleh Muawiyah di tengah panasnya padang pasir, sedang tangan dan kakinya diikat
dengan tali, di atas badannya diberi batu, serta dicambuk berkali-kali. Tetapi,
semua yang dilakukan oleh kafir Quraisy terhadap orang-orang mukmin tidak
melemahkan semangat dan keimanan mereka. Bahkan semakin keras siksaan yang diberikan, keimanan mereka semakin
bertambah kuat.
2. Untuk Menyatukan Suku Aus dan Khazraj
Di kota Madinah terdapat dua golongan masyarakat dari bangsa yang berbeda,
golongan yang pertama berasal dari utara yaitu bangsa Yahudi. Kedua yang
berasal dari selatan yaitu suku-suku Arab, di antara yang terkenal adalah suku
Aus dan Khazraj. Mereka sering bermusuhan satu dengan lainnya. Pada tahun
kesepuluh sesudah Nabi Muhammad SAW diutus menjadi Rasul, beberapa orang dari
suku Khazraj datang ke Makkah untuk mengerjakan haji. Mereka disambut oleh Nabi
Muhammad SAW, di tempat yang bernama al Aqabah. Rasulullah SAW mengadakan
pertemuan dengan suku Khazraj sambil menyeru mereka kepada agama Allah SWT.
Pada tahun kedua belas sesudah kenabian Muhammad SAW, dibuatlah perjanjian yang
terkenal dengan sebutan ”perjanjian wanita”, perjanjian ’aqabah pertama.
Perjanjian itu disebut perjanjian wanita karena dalam perjanjian itu ada
seorang wanita yaitu Afra binti Abid Ibnu Tsa’labah, isi perjanjian Aqabah
pertama antara lain :
1.
Kami tidak akan mempersekutukan
Allah
2. Kami
tidak akan mencuri
3. Kami
tidak akan berzina
4. Kami
tidak akan membunuh anak-anak kami
5. Kami
tidak akan memfitnah dan menghasut
6. Kami
tidak akan mendurhakai Nabi Muhammad SAW
Pada tahun ketiga belas
kenabian Muhammad SAW, 73 orang dari penduduk Madinah berkunjung ke Makkah
untuk menemuinya dan meminta Nabi Muhammad SAW agar bersedia pindah ke Madinah.
Rasulullah SAW setuju, kemudian dibuat lagi perjanjian yang dikenal dengan
”perjanjian Aqabah yang kedua”. Dalam perjanjian ini Rasulullah SAW didampingi
oleh Abbas, paman beliau yang belum masuk Islam. Abbas berpesan agar suku Aus
dan Khazraj dapat menjaga keselamatan Rasulullah SAW. Mereka kemudia berjanji
akan membela Rasulullah SAW, mendukung segala dakwah dan menjaga keselamatan
Rasulullah SAW dari serangan musuh. Baiat Aqabah kedua ini merupakan titik awal
perkembangan Islam sekaligus dakwah Rasulullah SAW sehingga Islam dapat tersebar
di seluruh penjuru negeri.
Bai’atul
Aqabah dua berisi kesanggupan mereka kepada Rasulullah untuk :
1.
Mendengar
dan mentaati nabi Muhammad SAW, baik dalam keadaan semangat maupun malas
2.
Menafkahkan
harta, baik dalam keadaan mudah maupun sulit
3.
Melakukan
amar ma’ruf nahi mungkar
4.
Tetap
tabah menghadapi celaan orang kafir
5. Melindungi
nabi Muhammad SAW. sebagaimana mereka melindungi diri dan keluarganya, yang
dengan hal itu mereka akan mendapatkan surga.
Sesuai dengan isi bai’at pertama dan kedua
Rasulullah SAW bersama kaum Muslimin Makah mendapat dukungan secara moral dari
penduduk Madinah sehingga menambah keberanian untuk hijrah.
3. Menyebarkan Agama Islam Pada Masyarakat Madinah
Sebelum Islam datang, anatara suku
Aus dan Khazraj selalu terjadi perselisihan dan bersitegang bahkan tidak jarang
terkadinya pertumpahan darah hal ini dipicu oleh adanya pihak ketiga, yakni
Yahudi. Kedatangan Rasuiullah saw
memberikan dampak yang sangat positif pada kedua suku tersebut. Kedua suku
tersebut banyak yang memeluk Agama Islam, sehingga semuanya telah terikat dalam
dalam hati mereka tali keimanan. Walaupun tidak bisa menghilangkan sama sekali
sisi fanatisme kesukuan namun telah tertanam dalam jiwa mereka bahwa semua
manusia dalam pandangan Islam adalah sama. Yang membedakan derajat manusia di
sisi Allah hanyalah ketakwaannya. Dengan memeluk Islam ini. Nabi saw. telah
memberikan penerangan kepada masyarakat Madinah bahwa Islam adalah agama yang
menentang diskriminasi, dan cinta perdamaian.
Dalam
menyampaikan ajarannya Rasulullah SAW lebih pada pemberian contoh dengan
tingkah lakudan perbuatannya sehari-hari. Hidupnya sederhana, tutur katanya lembut serta mencintai masyarakatnya.
Seruan atau dakwah yG disampaikan Rasulullah SAW kepada umut manusia dilakukan dengan cara
damai, tanpa kekerasan.


